
JAMBIBEDA.ID, Muara Bungo – Penangkapan M. Abil, terduga pelaku penyalahgunaan narkotika oleh tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bungo pada Selasa (20/1/2026) lalu menyisakan banyak pertanyaan.
Selain diduga beberapa pihak yang ikut terlibat tak ditangkap, kini muncul pula isu dugaan kedekatan antara oknum polisi dan Dike diduga bandar narkotika yang merupakan bos dari M. Abil.
Kepada sejumlah wartawan, salah satu keluarga M. Abil yang minta namanya tak ditulis, mendesak polisi mengungkap semua pihak yang terlibat dan menangani kasus ini secara profesional, transparan dan akuntabel.
Sumber juga menyebutkan bahwa sampai hari ini diduga bandar narkotika yang menyuplai pil ekstasi kepada tersangka M. Abil masih bebas berkeliaran dan tidak tersentuh hukum.
“Ikan (pil ekstasi) yang dijual Abil itu milik Dike. Dike ini katonyo masih sepupuan (dengan Kanit Opsnal Narkoba Polres Bungo Ipda Fadli). Mungkin itu yang membuat dia tidak turut ditangkap,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Sumber menjelaskan, sebenarnya tersangka Abil sudah tidak lagi bekerja menjual barang haram narkotika. Namun, salah satu temannya yang bernama Revando berulang kali memintanya untuk mencarikan pil ekstasi.
“Abil ini sudah tidak mau lagi kerja gitu bang. Tapi kata Abil, Revando ini terus mendesaknya untuk mencarikan barang. Akhirnya Abil tetap mencarikan ekstasi tersebut untuk Revan dengan iming-iming imbalan 500 ribu,” terangnya.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Kosan Cinta Bungo, 5 Butir Pil Ekstasi Diamankan
Diceritakan sumber, awalnya tersangka Abil bertemu dengan Dike di halaman masjid agung Al Mubaraq. Di sana kata sumber, Dike menyerah 30 butir pil ekstasi kepada Abil untuk diserahkan kepada Revando.
Cerita sumber ini juga diperkuat dengan bukti chat melalui pesan WhatsApp antara tersangka M. Abil dengan Dike yang sengaja ditunjukkan kepada sejumlah wartawan.
“Setelah 30 butir itu diberikan ke Abil, kemudian 25 butir barang tersebut diserahkan kepada Revando di Kosan Cinta. Sementara yang 5 butir masih di tangan Abil. Tidak lama setelah penyerahan, polisi langsung datang menangkap Abil,” jelasnya.
Saat polisi datang untuk menangkap, lanjut sumber, Revando serta temannya Muham masih berada di kos tempat tersebut. Anehnya, Revando dan Muham ini dibiarkan saja melarikan diri oleh aparat kepolisian.
“Padahal ekstasi yang 25 butir tersebut ada dengan Revando. Tapi dibiarkan saja melarikan diri. Beberapa hari lalu saya masih ketemu Revando ini tempat hiburan Picollos seperti tak takut,” ujarnya.
Sumber juga menyebutkan bahwa Ovi yang juga turut memesan ekstasi sebanyak 3 butir kepada Abil tak ikut ditangkap. Malahan lanjut sumber, Ovi ini hanya dijadikan saksi oleh pihak kepolisian.
“Abil sudah memberitahu penyidik semua pihak yang terlibat. Jadi saya meminta polisi berlaku adil dengan menangkap seluruh pihak yang terlibat seperti Dike, Revando, Muham dan juga Ovi,” pintanya tegas.
Terpisah Kanit Opsnal Satresnarkoba Polres Bungo, Ipda Fadli Rustam ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa dari pengakuan M. Abil, narkotika tersebut benar didapatkannya dari Dike.
“Dari pengakuan Abil memang narkotika tersebut didapatnya dari Dike. Keterangan itu sudah kita sampaikan kepada penyidik untuk dilakukan pengembangan. Nanti biar penyidik yang memanggil Dilke untuk mengkonfrontir keterangan Abil,” ujar Ipda Fadli.
Terkait hubungan keluarga, Ipda Fadli juga mengakui masih memiliki hubungan kekerabatan yang jauh. Tapi, kata Ipda Fadli, hubungan tersebut tidak akan mempengaruhi proses hukum jika memang Dike terlibat.
“Nanti kalau dalam proses penyelidikan memang terbukti terlibat, Dike akan tetap kita tangkap dan diproses secara hukum. Jadi kita akan tetap profesional dalam menjalankan tugas dalam menangani perkara ini,” tutupnya.
Dikonfirmasi terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus M Abil, Dike membantah bahwa narkotika tersebut didapat M. Abil darinya. Ia juga membantah bahwa adanya hubungan keluarga dengan Kanit Opsnal Ipda Fadli.
“Maaf sebelumnya bg, saya tidak pernah menjual atau memberi barang tersebut bg. Saya tidak ada hubungan keluarga dengan beliau bg. Tolong bg jangan bikin berita lagi bg, saya cuma cari nafkah untuk anak istri saya bg,” kata Dike. (tim)