JAMBIBEDA.ID, Tebo – H. Ismail Ibrahim, terpidana kasus dugaan korupsi peningkatan Jalan Padang Lamo tahun anggaran 2020, akan segera eksekusi penahanan ke Lapas.
Kasi Intel Kejari Tebo, Febrow Soeseno saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, terpidana dikabarkan akan dieksekusi pada awal Juli 2025.
“Saya tanya ke pidsus mereka sampaikan awal bulan juli ini akan dieksekusi kabarnya bang,” ujar Febrow Soeseno kepada wartawan via WhatsApp, Senin (30/7/2025).
Baca juga: Kasasi Ditolak, H Ismail Ibrahim Belum Juga Ditahan
Untuk informasi, perkara tindak pidana korupsi H Ismail Ibrahim dinyatakan inkracht. Mahkamah Agung dalam amar putusannya mengabulkan permohonan Penuntut Umum dan menolak Kasasi terdakwa pada Kamis, 17 April lalu.
Dalam amar putusan tersebut, Mahkamah Agung menyatakan H Ismail Ibrahim terbuki melanggar Pasal 2 ayat 1 dengan pidana 4 tahun dan denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan serta uang pengganti Rp 481.757.525,17.
Meskipun perkara ini sudah inkracht, namun hingga saat ini pihak Kajaksaan Negeri Tebo belum juga melakukan eksekusi penahanan terhadap H. Ismail Ibrahim.
Sebelumnya, Kejari Tebo pada Rabu (27/09/2023) kembali menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi peningkatan jalan Padang Lamo tahun anggaran 2020.
Kedua tersangka yakni H. Ismail Ibrahim selaku pemenang tender proyek, dan Nurman Jamal selaku PPK pada Dinas PUPR Provinsi Jambi.
H. Ismail Ibrahim dalam kasus peningkatan jalan Padang Lamo ini sendiri telah ditetapkan dua kali sebagai tersangka. Sebelumnya Ismail Ibrahim ditetapkan sebagai tersangka proyek untuk tahun anggaran 2019.
Kala itu, Kajari Tebo Dinar Kripsiaji mengatakan, dalam perkara ini, Ismail Ibrahim, berperan mengatur untuk pelaksanaan pengerjaan peningkatan jalan Padang Lamo.
Sedangkan satu tersangka merupakan PPK pelaksana, yang seharusnya melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan. Pada proyek ini telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1,3 miliar. (jb)






