JAMBIBEDA.ID, Muara Bungo – Dana bantuan hasil donasi masyarakat Kabupaten Bungo untuk korban bencana banjir dan longsor di Sumatra pada Desember 2025 lalu, ternyata masih bersisa Rp 119 juta.
Dana yang seharusnya digunakan sepenuhnya untuk korban bencana Sumatra: Sumbar, Sumut dan Aceh tersebut, justru masih tertahan di rekening Bank Jambi atas nama Bantuan Bencana Banjir Pemkab Bungo.
Kepala BPKAD Bungo, Muhammad Rachmat mengakui bahwa dana hasil donasi untuk korban bencana Sumatra tersebut memang masih bersisa Rp 119 juta di rekening. Kata dia, dana itu direncanakan untuk jaga-jaga jika terjadi banjir di Bungo.
“Tempo hari direncanakan buat jaga2 kalo terjadi banjir di Bungo, dana itu dipergunakan ke situ,” akunya via WhatsApp kepada wartawan, Selasa (10/03/2026).
Dia juga menjelaskan bahwa saat pengumpulan bantuan baik dana maupun barang-barang dirasakan sudah cukup sehingga proses penyaluran dana donasi tidak berlanjut.
Sementara itu, Pengamat sosial dari Universitas Muara Bungo (UMB), Yudi mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bungo mestinya menjaga kepercayaan masyarakat yang sudah bersedia menyumbangkan donasinya untuk korban bencana alam Sumatra.
“Itu kan dana untuk korban, kenapa ditahan. Yang jelas tujuan utama dibukanya donasi kan untuk korban Sumatra, bukan lain-lain. Masyarakat yang sudah menyumbang itu taunya sudah tersalurkan semua. Sekarang dana itu bersisa di rekening dengan dalih untuk jaga-jaga, jaga apa?,” katanya.
Jika donasi yang terkumpul ini masih bersisa dan tidak sisalurkan semua ke korban, maka tidak menutup kemungkinan kepercayaan masyarakat terhadap Pemkab Bungo akan akan berkurang.
“Tapi kalau seperti ini, kepercayaan masyarakat bisa ternodai dan ini sangat blunder bagi Pemerintah Kabupaten Bungo, apalagi bagi Bupati Bungo, Dedi Putra,” tutupnya. (tim)







