JAMBIBEDA.ID, Muara Bungo – Meskipun sempat berhenti beberapa waktu lalu, kini aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Bandara Bungo serta Sungai Buluh kembali beroperasi.
Aktivitas ilegal ini seperti luput dari perhatian Aparat Penegak Hukum (APH). Padahal aktivitas PETI ini sangat jelas terlihat karena keberadaannya kebanyakan di pinggir jalan menuju Bandara Muara Bungo.
S salah satu sumber menyebutkan, aktivitas PETI di Sungai Buluh tepatnya di pinggir jalan ini memang hanya beroperasi pada malam hari saja. Hal ini dilakukan agar tidak terlalu menjadi perhatian oleh masyarakat.
“Jadi kalau siang, PETI menggunakan mesin Dongfeng ini terlihat tidak bekerja seperti rakit yang sudah ditinggalkan, padahal mereka bekerja pada malam hari,” sebut sumber, Jumat (11/9/2026).
Sumber juga menjelaskan bahwa ada beberapa nama yang diduga menjadi pemain, pembeli emas, serta penyedia lokasi untuk PETI di wilayah tersebut.
“Diduga ada Salim, Naga, Ted, Randa, Doni dan Talis sebagai pemilik lokasi. Talis ini hanya menerima fee dari para pemain di lokasinya tersebut,” ujasnya.
Dengan kembali maraknya aktivitas PETI di wilayah objek vital nasional ini, sumber meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bungo, Polres Bungo, Kodim 0416/Bute dan instansi terkait yang tergabung dalam Satgas PETI agar kembali melakukan razia.
“Kalau razia di wilayah bandara ini harus gabungan. Pasalnya diduga semua pihak terlibat dalam aktivisat tersebut. Makanya penindakan harus bersama-sama,” pintanya. (tim)







