Minim Ketersediaan Obat, Sejumlah WBP di Lapas Muara Bungo Sakit Parah hingga Dilarikan ke RSUD

JAMBIBEDA.ID, Muara Bungo  – Minimnya ketersediaan obat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Bungo, ternyata berdampak serius terhadap kesehatan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Menurut sumber media ini, sejumlah WBP di Lapas Muara Bungo terpaksa dilarikan ke RSUD H.Hanafie Muara Bungo untuk mendapatkan penanganan intensif. 

“Jika pun ada obat, paling cuma parasetamol. Itu pun untuk semua jenis penyakit yang diderita warga binaan. Ini seperti menambah beban hukuman warga binaan,” beber sumber.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Muara Bungo, Muhammad Kameily dikonfirmasi tidak membantah terkait minimnya ketersediaan obat di Lapas Muara Bungo.

“Iya sih, ketersediaan obat iyo, minim. Ada kemarin beberapa orang sakit. Kita rujuk ke rumah sakit karena harus dapat penanganan,” akunya dikonfirmasi Jambibeda.id, Kamis, 10 Juli 2025.

Kata dia, minimnya ketersediaan obat di Lapas Muara Bungo yakni karena faktor efesiensi anggaran pembelian obat. Itu sebabnya pembelian obat belum bisa dilaksanakan.

“Tapi kan kemarin terkait efesiensi, banyak yang diblokir anggarannya. Kalau pastinya saya tidak hafal berapa anggarannya,” terangnya.

Terkait persoalan ini, Kameily mengaku jika pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo dan pihak Puskesmas. “Kemarin ada bantuan, bantuan obat,” ujarnya.

Lapas Muara Bungo Over Kapasitas 

Kameily mengatakan saat ini Lapas Kelas IIB Muara Bungo mengalami over kapasitas. Dari kapasitas yang hanya berjumlah 154 orang, kini dihuni oleh 580 WBP.

“Hari ini 580 orang. Over kapasitas sekitar 380 persen lah itu dari 154 kalau tidak salah,” tuntasnya. (skm)