JAMBIBEDA.ID, Muara Bungo – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, kini dilakukan secara terang-terangan menggunakan puluhan alat berat.
Pantauan Jambibeda.id, aktivitas tambang emas ilegal ini sudah menyasar ke permukiman warga. Juga berada tidak jauh dari SMA Negeri 8 Bungo dan di pinggir Sungai Batang Bungo tidak jauh dari Jembatan Rantau Pandan-Leban.
Selain di Dusun Rantau Pandan, puluhan alat berat lainnya juga beroperasi di beberapa dusun dalam Kecamatan Rantau Pandan. Di antaranya di Dusun Lubuk Kayu Aro dan Dusun Rantau Duku.
“Kalau di Dusun Rantau Pandan ada kurang lebih 10 unit alat berat PETI. Ada yang merek Zoomlion, XCMG dan Sany. Nah, kalau yang dekat Jembatan Rantau Pandan-Leban itu jika tidak salah 4 unit,” ungkap Ahmad (30) warga setempat, Rabu (7/1/2026).
Sementara di Dusun Lubuk Kayu Aro, menurut Ahmad ada sekitar 15 unit alat berat PETI. Sedangkan di Dusun Rantau Duku berjumlah kurang lebih 10 unit alat berat yang beroperasi mencari emas.
“Hampir tak jauh berbeda dengan yang dekat SMAN 8 Bungo itu. Di sana seingat saya ada sekitar kurang lebih 10 unit alat berat. Ini adalah pelanggaran serius yang tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Komitmen ZERO PETI Dipertanyakan
Melihat fenomena tambang emas terlarang yang kian tumbuh subur ini, Ahmad mempertanyakan komitmen ZERO PETI yang pernah diucapkan oleh Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono.
Ahmad mengatakan, jika melihat perkembangan PETI yang kian menjamur saat ini, dia mengaku mulai sedikit meragukan ZERO PETI di Kabupaten Bungo akan terwujud.
“Kenapa saya katakan demikian, karena saya melihat PETI ini bukannya berkurang. Yang ada malah nambah. Lucu, bukan?,” katanya.
Dia juga menyoroti pelbagai upaya penindakan oleh APH selama ini. Mulai dari mengamankan Barang Bukti (BB) solar, sejumlah alat berat hingga beberapa orang ditetapkan tersangka.
“Tapi yang diamankan itu cuma sebatas operator alat berat dan pekerja PETI saja, sedangkan aktor utama maupun pemodal di balik usaha ilegal tak pernah terungkap. Saya tidak tau juga ya kenapa bisa begitu,” paparnya.
Ahmad juga menyayangkan lambannya penindakan terhadap aktivitas PETI di Kecamatan Rantau Pandan. Padahal katanya, puluhan alat berat itu sangat jelas beroperasi secara terang-terangan di pinggir jalan.
“Padahal di sana kan ada Polsek dan Kormail. Juga ada Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Termasuk Camat dan Rio (Kepala Desa). Tidak mungkin juga kan mereka tidak tahu. Tapi kok kenapa dibiarkan,” ujarnya.
Selain itu, dia mengaku juga pernah mendengar desas-desus terkait dugaan oknum anggota Polri maupun TNI yang ikut main PETI dan terlibat dalam pengamanan aktivitas PETI. Untuk itu, dia meminta Kapolres Bungo dan Dandim 0416/Bute segera melakukan penyelidikan.
“Dan jika benar terbukti, tolong ditindak secara tegas dan berat. Karena orang yang mengerti hukum seharusnya menegakkan aturan, bukan malah melanggar hukum,” tegasnya. (jb)
