Pemkab Bungo Bantah Isu Pungutan Uang Jutaan Rupiah Jelang Acara Lek Ngundo Menantu Putra Bupati Bungo

JAMBIBEDA.ID, Muara Bungo – Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Kepala Dinas Kominfo dan Persandian, Taufik Hidayat akhirnya angkat bicara terkait dugaan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta iuran jutaan rupiah jelang acara Lek Ugundo Menantu Putra Bupati Bungo.

Melalui pesan WhatsApp kepada jambibeda.id, Taufik menyebutkan bahwa pihak pemerintah memastikan bahwa informasi yang menyebutkan adanya permintaan dana berkisar antara Rp 6 juta hingga Rp 10 juta per OPD adalah tidak benar dan tidak memiliki dasar hukum maupun instruksi resmi.

Baca Juga: Jelang Hajatan Anak Bupati, OPD di Bungo Diduga Diminta Iuran Jutaan Rupiah

Kata dia, perhelatan yang akan dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026 tersebut merupakan acara keluarga yang dijalankan sesuai adat istiadat setempat. Ia menegaskan tidak ada paksaan apalagi pemotongan kas bidang di OPD manapun.

‎​”Kami sampaikan dengan tegas bahwa isu mengenai instruksi iuran jutaan rupiah itu adalah hoaks. Tidak ada perintah, baik lisan maupun tulisan, yang meminta OPD menyetorkan uang untuk acara tersebut. Jika ada oknum yang mengatasnamakan pihak tertentu, itu di luar tanggung jawab kami dan dipastikan ilegal,” ujar Taufik, Minggu, 3 Mei 2026.

‎​Terkait keberadaan stand makanan, Taufik menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bentuk partisipasi sukarela dan antusiasme masyarakat serta kerabat sebagai bagian dari kearifan lokal Jambi dalam memeriahkan pesta rakyat, bukan sebuah kewajiban administratif apalagi menggunakan anggaran daerah.

Terkait konfirmasi wartawan sebelumnya, ia berdalih bahwa pada pukul 23.00 WIB dan pukul 01.00 WIB sudah istirahat sehingga pesan konfirmasi oleh sejumlah wartawan belum sempat direspon.

‎​”Bukannya kami enggan memberikan tanggapan atau bungkam. Namun, perlu diketahui bahwa pesan WhatsApp dari rekan media masuk pada pukul 23.00 WIB dan pukul 01.00 dini hari, dan pada jam tersebut saya sudah istirahat,” pungkasnya. (jb)