JAMBIBEDA.ID, Muara Bungo – Potret kerusakan lingkungan yang amat parah tempampang jelas di Pulau Korea Dusun Tanah Periuk, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.
Pulau Korea yang biasa digunakan masyarakat setempat untuk mandi itu, kini hancur oleh aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan hanya menyisakan nama.
Pantauan Jambibeda.id, rakit-rakit mesin Dongfeng dan Robin terus mengeruk isi sungai untuk mencari butiran emas tanpa mempertimbangkan kerusakan lingkungan yang serius.
Menurut warga setempat, pemilik rakit-rakit PETI tersebut bukanlah warga Dusun Tanah Periuk, melain orang dari dusun yang berbeda. Hanya sebagian warga setempat, itu pun cuma pekerja.
“Setau sayo pemiliknya orang luar. Memang ada orang Dusun Tanah Periuk, tapi cuma numpang bekerja,” ungkap Ahmad warga setempat, (27/12/2025).
Kata Ahmad, meskipun aktivitas PETI ini terlarang, namun APH tidak kunjung melakukan penindakan. Padahal katanya, pelaku PETI bisa dikenakan pidana penjara 5 tahun dan denda 100 miliar.
“Beberapa kali sudah saya laporkan ke Polsek setempat, namun tak pernah ditindaklanjuti. Sebenarnya, tanpa laporan pun, APH wajib melakukan penindakan secara tegas,” katanya.
Sejarah Singkat Pulau Korea Tanah Periuk
Pada tahun 1971, wilayah perkebunan masyarakat Dusun Tanah Periuk dilewati pembuatan Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum). Di mana waktu itu diketahui pelaksana kerjanya adalah orang Korea.
Seiring berjalannya waktu, pembuatan Jalinsum ini banyak membutuhkan material batu. Kemudian orang Korea tersebut membuat jalan dari Lintas sekarang hingga ke tepi Sungai Batang Tebo untuk mengambil batu yang ada di Pulau Korea tersebut.
Batu-batu yang ada di Pulau Korea dengan luas kurang lebih 5 hektare itu, kemudian dikumpulkan di stockpile yang lokasinya berada di SDN 28/II Tanah Periuk saat ini.
Pulau batu ini juga merupakan tepian mandi masyarakat Dusun Tanah Periuk, terutaman di musim kemarau.
Kini, Pulau Korea sudah hancur dan hanya tinggal nama. Ironinya, di Pulau Korea—lokasi penambang emas ilegal itu, pernah menelan korban beberapa waktu lalu. Yakni Bocah SD yang malang saat tengah berenang di sungai. (jb)
