JAMBIBEDA.ID, Muara Bungo – Ketika daerah lain sibuk melakukan penghijauan, Pemerintah Kabupaten Bungo melalu Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) malah sibuk melakukan penebangan dan pemangkasan pohon di dalam kota.
Agus Syafrial Ketua DPP LSM Peduli Lingkungan Hidup menyebutkan semestinya Pemda Bungo melakukan penghijauan bukan sebaliknya. Kata Agus, penebangan pohon secara signifikan untuk penataan kota berdampak negatif serius bagi lingkungan hidup.
“Pohon di perkotaan berfungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekologis, sehingga kehilangannya dapat memicu berbagai masalah lingkungan,” sebutnya.
Menurut Agus, dampak utama penebangan pohon bagi lingkungan hidup di perkotaan cukup banyak. Salah satunya bisa membuat peningkatan suhu lokal atau Urban Heat Island Effect.
“Karena pohon memberikan keteduhan dan mendinginkan udara melalui proses transpirasi. Tanpa pohon, permukaan kota seperti aspal dan beton menyerap lebih banyak panas matahari, menyebabkan suhu udara di sekitarnya meningkat drastis dan udara menjadi lebih kering,” paparnya.
“Kemudian penurunan kualitas udara. Pohon berperan sebagai penyerap alami gas karbon dioksida (CO2), gas rumah kaca utama, dan polutan udara lainnya, serta menghasilkan oksigen. Penebangan pohon akan mengurangi kapasitas kota untuk membersihkan udara, memperburuk polusi udara, dan berkontribusi pada pemanasan global serta perubahan iklim,” imbuh Agus.
Terkait Resiko, lanjuta Agus bisa menimbulkan bencana hidrologi seperti banjir dan erosi. Akar pohon berfungsi menahan tanah dan menyerap air hujan, mengurangi beban pada sistem drainase kota. Hilangnya pohon menyebabkan air hujan tidak terserap dengan baik ke dalam tanah, meningkatkan risiko terjadinya banjir bandang dan erosi tanah.
“Kemudian juga menimbulkan gangguan siklus air dan penurunan cadangan air tanah. Pohon membantu menjaga siklus air. Dengan hilangnya pohon, kemampuan tanah untuk menyerap dan menyimpan air berkurang, menyebabkan penurunan sumber daya air tanah,” sebut Agus.
Lanjut Agus, penebangan pohon juga membuat kehilangan keanekaragaman hayati. Pohon menyediakan habitat, sumber makanan, dan tempat berlindung bagi berbagai spesies hewan dan tumbuhan. Penebangan pohon secara besar-besaran merusak ekosistem ini, yang dapat menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati lokal.
“Dampaknya juga bisa pada penurunan kesuburan tanah. Tanah yang tidak terlindungi oleh kanopi pohon akan lebih mudah menyerap sinar matahari berlebihan, menjadi kering dan gersang, serta nutrisi di dalamnya mudah hilang tersapu hujan atau menguap,” ujarnya.
Secara keseluruhan, penataan kota yang mengabaikan peran penting pohon akan menciptakan lingkungan perkotaan yang kurang layak huni, rentan terhadap bencana alam, dan tidak berkelanjutan secara ekologis.
“Boleh mempercantik kota, tapi tetap harus menjaga kehijauan. Intinya Pemerintah Kabupaten Bungo harusnya melakukan penghijaun, bukannya melakukan penebangan seperti yang terjadi saat ini,” tutupnya. (tim)
