JAMBIBEDA.ID, Muara Bungo – Pasca viralnya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat di wilayah Kecamatan Rantau Pandan, Polres Bungo langsung melakukan razia, Minggu (11/1/2026).
Dari pantauan di lapangan, aparat kepolisian berhasil mengamankan tiga unit alat berat di wilayah Dusun Rantau Duku. Saat alat berat akan dibawa ke Bungo, pihak kepolisian mendapatkan perlawanan dari sekelompok masyarakat.
Masyarakat melakukan pemblokiran jalan agar alat berat tersebut tidak dibawa. Karena mendapatkan perlawanan, akhirnya pihak kepolisian terpaksa melepaskan alat berat yang sudah diamankan tersebut.
“Karena dihadang masa, akhirnya alat berat tersebut kembali dilepaskan. Kemudian rombongan polisi bergeser ke wilayah Rantau Pandan dekat SMA,” ujar I salah satu warga saat ditemui di lapangan, Senin malam.
Setelah situasi sempat memanas, kemudian Bupati Bungo beserta rombongan juga turut turun ke lapangan. Kemudian aparat kepolisian bersama pemerintah Kabupaten Bungo kembali melakukan razia di dekat SMA Rantau Pandan.
Dalam razia tersebut ditemukan beberapa unit alat berat. Namun, alat berat tersebut juga tidak ditindak. Karena alat berat ada komputernya yang sudah diamankan oleh pemilik, maka kemudian tak bisa diamankan oleh tim gabungan.
Dari informasi yang berhasil diperoleh, alat berat tersebut diduga milik oknum TNI yang berinisial R. Alat berat tersebut sudah beroperasi cukup lama tanpa tersentuh hukum.
“Alat yang beroperasi di sebelah SMA Rantau Pandan tersebut diduga punya R yang merupakan oknum TNI. Pas razia alat tersebut sengaja disembunyikan di semak depan SMA,” ujar I lagi.
Tak hanya itu, I juga menyebutkan adanya dugaan setoran kepada pihak Polsek Rantau Pandan untuk memuluskan aktivitas ilegal tersebut. Setoran tersebut dikumpulkan oleh Kanit Reskrim Polsek Rantau Pandan.
Ketika dikonfirmasi terkait adanya dugaan setoran tersebut, Kapolsek Rantau Pandan, Iptu Deni Saepudin membantah. Deni meyebutkan bahwa Kanit Reskrim Polsek tidak pernah menerima setoran.
“Sudah saya konfirmasi ke Kanit. Katanya tidak ada. Dia juga siap diuji,” ujar Kapolsek saat dikonfirmasi melalui tlfn whatshap, Selasa (12/1/2026).
Sementara itu Pasi Intel Kodim 0416 / Bute Kapten Inf Sapta ketika dikonfirmasi terkait adanya dugaan keterlibatan oknum anggotanya dalam aktifitas tersebut ia menjawab masih mendalami hal tersebut.
“Masih didalami ndo,” ujar Kapten Inf Sapta melalui pesan whatshap, Selasa (12/12/2026).(tim)
