Takut Dimarahi Orang Tua, Bocah Tenggelam di Sarolangun Dirahasiakan Temannya

JAMBIBEDA.ID, Sarolangun – Melinda bocah sepuluh tahun, warga Desa Sungai Baung, Kecamatan Sarolangun dikabarkan tenggelam di Sungai Tembesi pada Kamis (01/06/23) sekira pukul 13.30 WIB.

Bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar (SD) itu baru diketuhaui pihak keluarganya tenggelam usai mendapat pengakuan dari enam orang temannya usai mandi bersama di sungai desa setempat.

Sebelumnya korban di ketahui hilang oleh pihak keluarga sekira 20.30 WIB. Dalam pencarian, ayah korban sempat menanyakan keberadaan anaknya kepada teman korban bermain. Sempat tak ada pengakuan, namun pada pukul 02.00 WIB teman korban bernama Qois menceritakan peristiwa yang dialami Melinda kepada ayahnya.

“Kami sudah pramuka tu diajaknya mandi ke sungai, iyolah kato kami. Sudah tu pas kami nak ke atas Mai kami dulu yo Mai, pas kami nengok Mai payu balik terus kami tengoknyo tidak ada lagi. Kami cari sampai sejam tidak juga ketemu,” ungkap Luppi teman korban.

Adapun keenam orang yang ikut mandi bersama korban itu yakni Padil (L) 8 tahun, Rizki (L) 9 tahun, Defri (L) 9 tahun, Luppi (P) 9 tahun, Zapran (L) 8 tahun dan Qois (L) 8 tahun.

“Yang nengoknyo tenggelam saya, Padil dan Qois. Tapi kami tidak bisa menolongnya karena sudah terlanjur tenggelam,” kata Rizki.

Diakuinya, Melinda tidak dapat ditolong dari insiden itu, pihaknya hanya berhasil mengamankan sejumlah Barang Bukti (BB) berupa sepasang sandal dan ponsel milik korban.

“Dia sudah kami ingatkan, berhentilah berenang ke tengah, di tepi saja,” timpal Luppi.

Sejumlah teman korban ini mengaku sengaja merahasiakan peristiwa ini kepada ayah korban. Kata dia, mereka takut jika ayah korban marah jika menceritakan kejadian tenggelam pada Melinda.

“Malam tadi saya kasih tau ke ayayaha. Saat itu kami tidak berani kasih tau, takut dimarahi atahnya,” ujar Qois.

Pantauan di lapangan, hingga Jumat (02/06/23) sekira pukul 15.30 WIB korban belum berhasil ditemukan. Pelbagai upaya pencarian korban terus dilakukan. Mereka yang terlibat sebagai tim evakuasi dalam perististiwa ini diantaranya Tim Reaksi Cepat BPBD Sarolangun, Damkar Sarolangun, TIMSAR Provinsi Jambi, Tim Relawan PMI Sarolangun, Tagana, unsur TNI Polri dan warga setempat. (pks)

LEAVE A REPLY