Sepekan Pasca Kunjungan Presiden Jokowi, Aktivitas PETI di Bungo Kembali Beroperasi 

Aktivitas PETI menggunakan mesin dompeng di wilayah Bandara Muara Bungo. Foto/Azhari

JAMBIBEDA.ID, Muara Bungo – Sepekan pasca kunjungan kerja (Kunker) Presiden Jokowi di Kabupaten Bungo, aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Bandara Muara Bungo kembali beroperasi.

Padahal sebelumnya atau pada Kamis (28/3/2024) lalu, tim gabungan Kodim 0416/Bute, Polres Bungo dan Pemkab Bungo sudah melakukan operasi penertiban PETI di wilayah Bandara Muara Bungo.

Di sana, tim gabungan membakar puluhan rakit dompeng milik pelaku PETI. Sebagian, mesin dompeng juga diangkut untuk diamankan sebagai Barang Bukti (BB).

Namun begitu, operasi penertiban PETI tersebut sepertinya tidak membuat pelaku penambang emas ilegal gentar. Buktinya, aktivitas PETI saat ini kembali menjamur di sepanjang jalan menuju Bandara Muara Bungo.

“Sudah beberapa hari ini kembali beroperasi (PETI), Bang,” ungkap YN (46) warga setempat kepada Jambibeda.id, Selasa (9/4/2024).

Besar harapannya, aparat penegak hukum dan Pemerintah Daerah Bungo kembali turun dan benar-benar memberantas aktivitas ilegal tersebut. 

“Tangkap pelakunya. Jangan hanya rakit dompeng saja yang dibakar, sementara mesin dompengnya masih ada. Ini kan (aktivitas PETI di wilayah Bandara Muara Bungo) sudah berlangsung lama, bukan baru setahun dua tahun ini,” pintanya.

Sebelumnya, Dandim 0416/Bute Letkol Inf Arief Widyanto kepada wartawan mengatakan bahwa, razia PETI ini tidak ada kaitannya dengan rencana kunjungan Presiden RI, Joko Widodo ke Kabupaten Bungo pekan depan.

“Sebenarnya ini tidak ada kaitannya, karena memang untuk kegiatan PETI ini merupakan kegiatan ilegal, terutama sekitar wilayah Bandar Udara yang merupakan wilayah objek vital,” ujarnya.

Kata dia, semua mesin dompeng yang ada di seputaran Bandara Muara Bungo akan diupayakan diangkat dan diamankan. Namun, jika tidak memungkin semuanya untuk diangkat, makan akan dihanguskan.

“Namun upaya pertama yang kita lakukan adalah mengangkat dan mengamankan aset-aset ini, sehingga kita bisa menyaring siapa saja pelaku-pelaku PETI yang selama ini bermain, khusunya di sekitar wilayah bandara Bungo,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Bungo AKBP Singgih Hermawan mengatakan jika pihaknya sudah memberi imbauan kepada pelaku PETI untuk tidak lagi beraktivitas di wilayah Bandara Muara Bungo.

“Karena sebenarnya wilayah PETI ini mendekati objek vital kita satu-satunya di Kabupaten Bungo, kebanggaan kita bersama, bandara. Karena bandara ini sangat vital untuk alat transportasi. Sementara di sekitar bandara ini banyak kegiatan penambangan tanpa izin,” terangnya.

“Intinya ini (PETI) dilarang. Kami akan melakukan upaya terus menerus, edukasi dan terakhir adalah penindakan terkait PETI ini,” timpalnya. (skm)

LEAVE A REPLY