Jelang Kedatangan Presiden RI, Muncul Aspirasi Soroti Konsorsium Mafia Tambang Batu Bara dan Mafia Tanah di Bungo Jambi

JAMBIBEDA.ID, Muara Bungo – Meski Presiden Joko Widodo belum tiba di Kabupaten Bungo hari ini, Selasa (2/4/2024), namun berbagai aspirasi dan pesan untuk Jokowi sudah bermunculan di Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun. 

Dari sekian banyak aspirasi tersebut, ada beberapa pesan yang paling disoroti. Yakni soal dugaan mafia tambang batu bara dan mafia tanah di Kabupaten Bungo. 

Pantauan media ini, ada beberapa spanduk berisikan pesan kepada Jokowi yang tersebar di beberapa titik dalam Kabupaten Bungo. Di antaranya terpasang di tanjakan jalan Sungai Buluh arah Bandara Muara Bungo dan di simpang tiga arah Kantor Pengadilan Negeri (PN) Bungo.

Baca Juga: H-1 Kunjungan Presiden RI, Pedagang di Gedung Pasar Tradisional Modern Bungo Masih Sepi

Pada spanduk di tanjakan arah Bandara Muara Bungo tersebut tertulis “SELAMAT DATANG PRESIDEN RI DI KERAJAAN TAMBANG BATU BARA ILEGAL DAN MAFIA TANAH PAK WO SYAMSUDIN IBRAHIM DAN KBPC GROUP YANG MERUGIKAN NEGARA SEBANYAK 828 MILIAR RUPIAH MEMATIKAN KAMI PERLAHAN”.

Sedangkan di simpang tiga arah Kantor PN Bungo tertulis “PRESIDEN JOKOWI TOLONG KAMI KEADILAN DAN HUKUM TIDAK BERJALAN DI BUMI MUARA BUNGO INI!”.

Sementara itu, Humas Aliansi Gerakan Peduli Rakyat Maju (AGPRM) Bungo-Jambi-Indonesia, Bintang juga angkat bicara terkait berbagai masalah yang terjadi di Kabupaten Bungo.

Baca Juga: Kirim Surat Tebuka, Presiden RI Diminta Tinjau Pasar Tradisional Modern, PETI, hingga Tambang Batu Bara di Bungo

Kata dia, saat ini aktivitas ilegal masih terus berjalan di Bungo. Salah satunya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Misalnya di Dusun Baru Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat.

“Kan banyak kan, PETI. Batu Kebau kan masih bergerak. Batu Kerbau Dusun Baru itu kan masih ado. Karena inikan sudah menjadi penyakit tahunan yang dak punyo harapan lagi kito ngadu terhadap penegak hukum di Bungo ini kan,” katanya kepada Jambibeda.id, Selasa (2/4/2024).

Di samping itu, dia juga minta harga komoditi karet kembali naik. Sebab, sambungnya, di Bungo sendiri karet masih menjadi sumber ekonomi daerah.

“Kita ini kan masa peralihan. Ketika karet tidak diunggulkan lagi, orang pindah ke sawit, sawit pun banyak dak tepat pembinannya terhadap masyarakat,” ujarnya.

“Sawit ini ada pemerintah bantu subsidi, bibit beserta pupuk, namun kemana bibit itu. Tepat engga kepada masyarakat, atau ada oknum tertentu. Kalau memang itu menjadi istilahnya kebun masyarakat, dibinalah harusnya,” imbuhnya.

Dia juga menyoroti masalah narkoba. Narkoba kata dia, akan berdampak buruk terhadap generasi penerus bangsa ini. 

“Masalah narkoba jugo. Mr. T juga kan. Karena kita anggap Mr. T ini yang didemo orang Jambi ini orang kuat juga. Mr. T itu bandar narkoba kabarnya. Kita tidak ingin anak-anak kita ke depan jadi korban,” katanya.

Terakhir, Bintang meminta kepada Presiden Jokowi agar segera mengangkat PPPK. Karena menurutnya pengabdian PPPK juga terbilang sudah lama.

“Jadi ketika sudah diangkat, memang fokus untuk melayani masyarakat lagi. Kita mendukung lah UU ASN itu kan, PPPK setara gajinya dengan PNS kan,” pintanya. (skm)

LEAVE A REPLY