Bawa 6 Tuntutan, Aliansi Karang Taruna Geruduk Kantor Bupati Sarolangun

JAMBIBEDA.ID, Sarolangun – Aliansi Karang Taruna Kabupaten Sarolangun menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Bupati Sarolangun, pada Selasa (15/11/22).

Di sana, pendemo mengemukakan enam poin tuntutan aksi. Pertama, mereka mempertanyakan surat sakti Pj Bupati Sarolangun tentang pemakaian ruas jalan di Simpang Pitco Seko Besar sepanjang lebih kurang 24 Km.

2. Terindikasi monopoli kegiatan fisik maupun perencanaan kegiatan di Dinas Kesehatan tahun 2022 oleh oknum di Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun.

3. Dugaan adanya oknum ASN yang melakukan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun.

4. Meminta Kejari Sarolangun memanggil Kepala ULP serta tim pokja yang terindikasi menyalahkan aturan disengaja atau tidak telah memenangkan salah satu perusahaan yang SBU nya telah mati (Habis masa berlaku) pada kegiatan rehab renovasi/penambahan ruang Puskesmas Pulau Pandan.

5. Usut tuntas dugaan korupsi pengadaan obat-obatan dengan ditemukan obat-obatan dan cairan infus yang telah kadaluarsa di puskesmas dan gudang farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun Tahun 2018 sampai dengan 2021.

6. Usut tuntas dugaan korupsi pengadaan IPAL Dinas Kesehatan Tahun Anggaran 2018/2019, kuat dugaan PA dan KPA bermain mata dengan kontraktor.

“Aksi ini tidak mengatasnamakan pengurus Karang Taruna Kabupaten, namun saya sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten memotori aliansi kawan-kawan pengurus di sepuluh desa yang ingin menggelar aksi demonstran hari ini,” kata Yunipan Pirnando.

Kata dia, kedatangan pihaknya tak lain untuk bertemu langsung dengan Pj Bupati Sarolangun, Henrizal.

“Dari banyaknya problem yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, jika Pj bupati tidak menyikapi ini, maka kami nyatakan Pj bupati telah gagal bekerja untuk Sarolangun,” katanya.

Usai menyampaikan orasinya dan gagal bertemu Pj Bupati, pihaknya terlihat memaksa ingin menyegel pagar Kantor Bupati Sarolangun secara simbolis, namun dihalangi aparat kepolisian.

Tidak berakhir di situ, aksi tersebut masih berlanjut. Mereka kembali melakukan orasi di halaman Kantor Kejari Sarolangun.

“Pj bupati tidak menemui kami ini merupakan penghinaan terhadap aksi kami. Kami masih melanjutkan orasi ini ke Kejari Sarolangun, kami akan masukan laporan ke sana minta Kejari Sarolangun segera usut tuntas persoalan ini,” ujarnya. (pks)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY